Uncategorized

Pura Gunung Kawi, Dengan Ukiran Unik di Dalamnya

gunung kawi

Keindahan Pura Gunung Kawi yang Harus Kamu Tahu

Saat berlibur ke Bali, yang selalu dijadikan pilihan tempat wisata adalah pantai. Namun sebenarnya masih banyak destinasi wisata menarik selain pantai yang bisa dikunjungi saat liburan, salah satunya adalah berkunjung ke pura. Pura di Bali sangat banyak, jika bingung memilih, tidak ada salahnya jika membuat daftar pura paling terkenal di Bali.

Beberapa pura paling terkenal di Bali diantaranya, Pura Uluwatu, Pura Besakih, Pura Taman Ayun, Goa Gajah, Pura Tanah Lot, dan masih banyak lagi. Semua pura yang disebutkan masing-masing memiliki keistimewaan dan daya tarik yang berbeda sehingga tidak mengherankan jika semua pura tersebut memiliki pengunjung yang tidak pernah sepi.

Salah satu pura yang juga menarik untuk dikunjungi adalah Pura Gunung Kawi. Pura ini  merupakan pura yang berlokasi di wilayah Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Tegalalang, Gianyar. Pura ini berada di lahan dengan luas 5000 m2 dan mulai dikunjungi wisatawan sejak tahun 1970an dan sampai saat ini tidak pernah sepi pengunjung.

Pura Gunung Kawi

Lokasi Pura Gunung Kawi memiliki lingkungan yang masih alami dan asri bahkan terdapat tebing dan hutan yang tepat berada di belakang pura sehingga memberikan pura nuansa yang benar-benar natural dan segar.

Pura Gunung kawi

Pura ini menganut sistem Tri Mandala yang terdiri dari bagian Jaba Pura, Jaba Tengah, dan Jeroan. Terdapat pemandian umum yang sering digunakan oleh warga untuk mandi pada bagian Jaba Pura (halaman luar). Pemandian umum ini memiliki kolam dengan air yang sangat jernih serta cukup luas. Ada juga pancuran-pancuran yang melengkapi kolam. Kolam pemandian umum terletak di bagian kanan kompleks Pura Gunung Kawi Sebatu Gianyar.

Selain itu, di kompleks Pura Gunung Kawi juga ada kolam ikan yang terdapat ikan koi dengan berbagai jenis dan ukuran. Siapa saja tidak boleh mengambil atau menangkap ikan di kolam ini karena kolam ini dikeramatkan.

kolam Ikan pura gunung kawi

Pada halaman luar pura terdapat aula terbuka yang digunakan sebagai tempat untuk rapat penduduk Desa Sebatu. Tak hanya itu aula ini juga biasa digunakan sebagai tempat istirahat bagi para pengunjung sembari menikmati keindahan suasana di pura.

Pura ini diperkirakan dibangun pada tahun 1300 Setelah Masehi hingga tahun 1500 Setelah Masehi. Sejarahnya, Pura Gunung Kawi didirikan untuk tempat pemujaan Dewa Wisnu atas perintah Rishi Markandeya dan Rishi Markandeya sendiri merupakan seorang guru (Maharishi) yang menyebarkan agama Hindu dari Pulau Jawa. Rishi Markandeya merupakan orang dari Kerajaan Majapahit yang pengaruhnya sangat besar di Nusantara hingga Kerajaan Bali.

Pura Gunung Kawi merupakan pura yang termasuk ‘Dhang Kahyangan”. Ini berarti bahwa pura ini boleh digunakan beribadah oleh siapa saja umat Hindu di Bali, bukan hanya penduduk Desa Sebatu.

Lokasi pura ini merupakan lokasi yang disucikan sehingga pengunjung yang datang ke Pura ini diwajibkan memakai pakaian adat dan untuk pengunjung sudah disediakan kain untuk dipinjamkan selama berada di kawasan Pura Gunung Kawi saat berada di area loket masuk.

Pura ini memiliki harga tiket masuk yang terjangkau yaitu sekitar Rp.15.000 untuk orang dewasa dan untuk anak-anak harga tiketnya sekitar Rp.7.500. Pengelolaan objek wisata Pura Gunung Kawi dilakukan oleh Dinas Pariwisata Gianyar sehingga alokasi retribusi tiket masuknya 60% masuk ke Kabupaten Gianyar dan 40% masuk ke Desa Sebatu.

Itulah sedikit ulasan tentang keindahan Pura Gunung Kawi yang harus kamu tahu. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *