pura besakih

Pura Besakih, Salah Satu Pura Paling Besar di Pulau Dewata

Posted on

Pura Besakih, Pura Terbesar di Bali

Berlibur merupakan salah satu hal wajib yang harus segera dilakukan jika memiliki jadwal libur. Dengan pergi berlibur, badan dan pikiran yang lelah setelah melakukan aktivitas sehari-hari bisa kembali fresh dan semangat bisa kembali meningkat. Selain itu, berlibur juga bisa mempererat hubungan dengan keluarga, saudara, atau teman yang saat itu pergi berlibur bersama.

Salah satu destinasi berlibur yang cocok adalah Pulau Bali karena di sana banyak sekali pilihan destinasi wisata. Berbagai wisata yang terdapat di Bali masing-masing memiliki keunikan dan daya tarik yang berbeda-beda. Dan satu tempat wisata yang bisa dimasukkan ke dalam daftar kunjungan ketika berlibur ke Bali adalah Pura Besakih.

Pura Besakih merupakan salah satu destinasi wisata yang tidak pernah sepi pengunjung. Salah satu pura terkenal di Bali ini selain dijadikan tempat untuk kegiatan beragama juga terkenal sebagai objek wisata. Aktivitas upacara keagamaan di pura ini sangat padat karena Pura Besakih merupakan pusat kegiatan upacara agama Hindu.

Pura Besakih

Salah satu pura terkenal di Bali ini berlokasi di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Lebih tepatnya terletak di lereng Gunung Agung sebelah barat yang memiliki ketinggian 1000 mdpl. Jika dari Kuta, menuju Pura Besakih membutuhkan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Berdirinya Pura Besakih berkaitan dengan perjalanan Rsi Markandeya yang merupakan seorang yogi, tokoh agama dari India. Rsi Markandeya menetap di Pulau Jawa dan lebih tepatnya berada di Gunung Rawung. Rsi Markandeya terkenal dengan kebijaksanaanya, kesuciannya, dan ketokohannya dalam memahami agama sehingga dikenal dengan nama Bhatara Giri Rawang.

Dalam pertapaannya, Rsi Markandeya mendapatkan wahyu untuk pergi ke Bali dan merambas hutan untuk dibagikan kepada pengikutnya dan saat proses pembabatan tersebut banyak sekali rintangan yang menghalangi sehingga banyak pengikutnya yang meninggal dan kembali ke Jawa. Salah satu hambatan proses pembabatan hutan yang terjadi adalah adanya binatang buas. Lalu pada hari baik mereka datang lagi ke Bali yang dimulai dengan upacara Dewa dan Buta Yadnya dan Pratiwi Stawa yang disertai dengan doa penolak seluruh hama.

Perambasan pun selesai dan di hutan tersebut ditanam juga sebuah kendi yang berisi 5 unsur logam. 5 unsur logam tersebut dikenal dengan nama Panca Datu yang terdiri dari besi, perunggu, tembaga, perak, dan emas. Di sana disertakan juga Mirahadi dan berbagai macam sarana upacara yang lainnya. Hutan yang sudah mengalami pembabatan ini bernama Basuki yang memiliki arti selamat. Namun nama Basuki berubah menjadi Besakih yang dikenal sampai saat ini.

Pura Besakih memiliki pusat utama yang digunakan sebagai tempat persembahyangan yang dinamakan Penataran Agung Besakih. Jika ada upacara keagamaan besar, Pura Besakih pada setiap bangunan puranya dihias dengan indah yang nuansa spiritualnya terasa sangat kental. Pura Besakih merupakan tempat kompleks bangunan suci dan warisan budaya kuno yang menjadi pusatnya candi Hindu di Bali.

Daya tarik lain yang dimiliki Pura Besakih selain nilai sejarah dan nuansa spiritual yang kental adalah pemandangannya yang indah. Terlebih karena letaknya yang berada di lereng gunung menambah udara sejuk dan suasana yang alami.

Pemandangan pura Besakih

Bagi mereka yang suka kegiatan mendaki, mendaki Gunung Agung merupakan pilihan yang tepat karena pendaki juga bisa berkunjung ke Pura Besakih.

Itulah sedikit ulasan tentang Pura Besakih yang merupakan pura terbesar di Bali. Semoga bermanfaat.

Gravatar Image
Website ini menawarkan sewa motor murah di Bali. melayani antar jemput ke Bandara, Terminal, dan Hotel. Motor Matic Bali | Sewa Rental Motor Bali under gotravela indonesia. Contact Ilham di Motor Matic Bali +62 852-7852-7205

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *