alas kedaton

Pura Alas Kedaton, Monkey Forest

Posted on

Keindahan Pura Alas Kedaton yang Terletak di Dalam Hutan

Saat berlibur ke Pulau Dewata, wisata yang paling sering dituju adalah pantai. Namun sebenarnya Bali memiliki banyak sekali destinasi menarik yang tak kalah seru untuk dikunjungi, salah satunya adalah Pura Alas Kedaton.

Pura Alas Kedaton berada di tengah hutan dan hutan tersebut dihuni oleh ribuan monyet dan ratusan kalong (kelelawar besar). Monyet di hutan Kedaton ini sangat dekat dengan pengunjung dan ramah karena pengunjung kadang memberi mereka makan. Namun meskipun monyet-monyet tersebut ramah, lebih baik pengunjung tetap berhati-hati karena monyet juga bisa menyerang ketika merasa terganggu. Hutan monyet Alas Kedaton menjadi salah satu hutan monyet yang terkenal di Pulau Bali.

monyet pura alas kedaton

Pura Alas Kedaton

Pura Alas Kedaton merupakan peninggalan zaman megalitikum kuno berupa pura Hindu yang sakral di Pulau Bali. Pura ini berlokasi di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Jika dari Denpasar, jarak menuju pura ini sekitar 35 km.

Pura sakral ini dibangun oleh Mpu Rajakertha atau Mpu Kuturan yang saat itu berada pada masa pemerintahan Raja Sri Masula Masuli di Pulau Dewata. Menurut prasasti Desa Sading, Mengwi, Kabupaten Badung, disebutkan bahwa Raja Sri Masula Masuli mulai memerintah di Pulau Bali pada tahun Saka 1100 (1178 Masehi). Prasasti Desa Sading tersebut memakai tahun Saka 1172 (1250 Masehi) dan di sana menyebutkan bahwa kekuasaan Raja Sri Masula Masuli di Pulau Bali berlangsung selama 77 tahun. Dan jika dihitung, masa pemerintahan Sang Raja berakhir pada tahun Saka 1177 atau pada 1255 Masehi.

Pura Alas Kedaton menghadap ke arah barat dan sebagai pintu masuk dan keluar memiliki 4 pintu gerbang. Pura ini memiliki halaman yang unik dan pada posisi halaman utama lebih rendah dari halaman tengah. Pura Alas Kedaton tidak seperti pura lain yang terdapat di Bali yang biasanya memiliki halaman utama yang lebih tinggi dari halaman tengah.

Di Bali, halaman utama pura disebut dengan Jeroan atau Utama Mandala sedangkan halaman tengah pura disebut dengan Jaba atau Madya Mandala.

Di dalam pura ini terdapat beberapa bangunan suci atau pelinggih, seperti Lingga dan beberapa patung lain, diantaranya adalah Patung Durga Mahisasura Mardhani dan Patung Dewa Ganesha.

Patung Durga Mahisasura Mardhani yang terdapat pada Pura Alas Kedaton memiliki 8 tangan dan berdiri di atas sebuah patung lembu. Pada masing-masing tangan kanan patung dari atas ke bawah memegang Camara (penghalau lalat), Sara (panah), pisau besar, dan ekor lembu. Sedangkan pada masing-masing tangan kiri patung dari atas ke bawah memegang Kadga, Busur panah, Trisula, dan Gadha.

Patung Dewa Ganesha pada Pura Alas Kedaton duduk si atas bunga Padma (lotus) dan 2 naga. Pada tangan kanan patung memegang tasbih dan pada tangan kiri memegang kapak dan belalai. Patung Ganesha pada pura ini hanya memiliki satu taring (ekadanta)

Piodalan di Pura Alas Kedaton jatuh pada hari Anggara Kasih Medangsia (kalender Bali) atau lebih tepatnya 10 hari setelah hari raya Kuningan. Pura ini tidak sama seperti pura yang lain karena selama upacara berlangsung tidak menggunakan dupa dan Kwangen. Begitu juga dengan penggunaan Penjor, selama upacara dilakukan, tidak akan ditemukan penggunaan Penjor sama sekali.

Upacara yang dilakukan harus selesai sebelum matahari terbenam karena mereka tidak diizinkan menggunakan lampu. Dan ketika selesai, tradisi yang selanjutnya adalah Ngerebeg. Ngerebeg merupakan berlarian dengan tombak, dengan payung tradisional Bali (Tedung), dan beberapa cabang pohon yang berdaun. Semua orang yang mengikuti tradisi ini akan bersorak dan berteriak dengan gembira.

Itulah sedikit ulasan tentang keindahan Pura Alas Kedaton. Semoga bermanfaat.

Gravatar Image
Website ini menawarkan sewa motor murah di Bali. melayani antar jemput ke Bandara, Terminal, dan Hotel. Motor Matic Bali | Sewa Rental Motor Bali under gotravela indonesia. Contact Ilham di Motor Matic Bali +62 852-7852-7205

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *