Uncategorized

Indahnya Pura Ulun Danu di Tepi Danau Beratan

ulun danu

Pura Ulun Danu merupakan salah satu objek wisata di Bali yang tidak pernah sepi pengunjung. Pura ini terletak di kawasan wisata Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Jika dari Denpasar memiliki jarak tempuh sekitar 56 km atau sekitar 1 jam 30 menit mengendarai Motor  melewati jalan raya Denpasar – Singaraja.

Pura ini merupakan sebuah pura suci Hindu yang sangat terkenal di Bali dan yang menjadi daya tariknya  adalah ketika Danau Beratan pasang, maka Pura Ulun Danu akan terlihat seperti mengambang di atas air. Pemandangan ini akan membuat mata pengunjung sangat dimanjakan.

pura ulun danu mengambang

Pura Ulun Danu

Pura ini  memiliki sejarah yang sangat panjang dan bisa diketahui dari data arkeologi dan data sejarah yang bisa ditemui pada lontar Babad Mengwi. Data arkeologi yang terdapat dan berlokasi pada halaman depan Pura Ulun Danu membuktikan bahwa adanya peninggalan benda-benda bersejarah seperti sebuah Sarkofagus batu dan papan batu yang diperkirakan sudah ada sejak zaman megalitikum, yakni sekitar 500 tahun sebelum Masehi.

Sampai sekarang kedua artefak tersebut diletakkan di babaturan (halaman teras) Pura  dan lokasi ini dapat diperkirakan sudah digunakan sebagai tempat untuk mengadakan ritual sejak zaman megalitikum di Bali.

Data sejarah berdasarkan Babad Mengwi mengatakan bahwa I Gusti Agung Putu sebagai pendiri dari Kerajaan Mengwi sudah mendirikan pura yang berada di ujung Danau Beratan sebelum didirikannya Pura Taman Ayun. Di sana tidak dijelaskan kapan Pura Ulun Danu didirikan namun dijelaskan tentang pendirian Pura Taman Ayun yang upacaranya dilakukan pada hari Anggara Kliwon Medangsia tahun Caka 1556 atau lebih tepatnya tahun 1634 setelah Masehi.

Jika melihat deskripsi dari Babad Mengwi diketahui bahwa Pura ini didirikan sebelum tahun Saka 1556 dan pendirinya adalah I Gusti Agung Putu. Sejak Pura Ulun Danu didirikan, kesejahteraan dan ketentraman menghinggapi Kerajaan Mengwi sehingga masyarakat menjuluki I Gusti Agung Putu sebagai I Gusti Agung Sakti.

Komplek pura ini terdiri dari 5 pura dan 1 Stupa Budha, diantaranya Pura Penataran Agung, Pura Dalem Purwa, Pura Taman Beji, Pura Lingga Petak, Pura Prajapati, serta Stupa Budha. Pura dan Stupa berada di tempat yang berbeda-beda dan tersebar di kawasan Pura Ulun Danu.

Setiap stupa memiliki fungsi dan keunikan yang berbeda, seperti pada Pura Prajapati yang letaknya di bawah pohon beringin besar memiliki fungsi sebagai tempat berstananya Dewi Durga. Berbeda lagi dengan Pura Taman Beji yang berfungsi untuk melakukan upacara Ngebejiang dan untuk memohon Tirta (air suci). Upacara Ngebejiang sendiri merupakan upacara untuk ritual penyucian sarana upacara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *